Sebelum pertanyaan itu kita jawab, ada baiknya kita membaca beberapa ulasan berikut:
Pelajaran dari professor paling produktif di dunia
![]() |
| Alan Lightman |
Professor Alan Lightman adalah salah satu ilmuwan yang paling populer, baik didunia fisika ataupun fiksi ilmiah. Dia professor di MIT yang sangat produktif, banyak melakukan ceramah-ceramah prestisius, dan melakukan banyak riset. Salah satu bukunya yang paling terkenal adalah “Einsteins’s Dream”
Kalau kamu membaca biografi professor Alan Lightman, sulit dibayangkan sesibuk apa Om Alan ini. Seberapa seringnya ia menggunakan blackberry dan membalas setiap email dari fansnya. Memang kira-kira berapa pesan email yang masuk kedalam inboxnya? 10.000? terlalu sedikit untuk bisa dikatakan ajaib. Jawaban yang benar adalah hampir 50.000!
Tapi kalau kita lihat ke situs officialnya, ada pesan unik disitu :
I do not use e-mail, but you can reach me at my MIT office: [address removed], telephone: [number removed]
Om Alan nggak menggunakan email untuk berkomunikasi dengan fans atau orang-orang lainnya. kalau kamu memang mau menyampaikan sesuatu ke Om Alan, silahkan datang langsung ke kantornya. Simple banget.
Ada lagi, namanya Om Donal Knuth. Dia professor computer science di Stanford. Dan menjadi salah satu ilmuwan computer science paling penting dan paling terkenal di dunia.
Di situs officialnya, Om Knuth menulis :
I have been a happy man ever since January 1, 1990, when I no longer had an email address. I’d used email since about 1975, and it seems to me that 15 years of email is plenty for one lifetime.
Lalu ia memberitahu alasannya..
Email is a wonderful thing for people whose role in life is to be on top of things. But not for me; my role is to be on the bottom of things. What I do takes long hours of studying and uninterruptible concentration.
Argumennya jelas. Dan ia juga pernah bilang bahwa disekitar kesibukannya sehari-hari, ia tetap bisa berhubungan dengan banyak orang lain. Ia mengaku hanya menggunakan email 3 bulan sekali. Om Knuth ingin komunikasinya dilakukan dengan efektif, seperti hanya sehari membuka email setiap tiga bulan. Jadi, bagi siapa saja yang ingin mengirim pesan melalui email, pastikan pesan itu penting dan dipersiapkan dengan baik.
Tapi bagaimana kalau ada pesan yang penting dan mendesak? Om Knuth punya asisten pribadi yang mengecek emailnya setiap hari. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Nah, sekarang kunci pintu kamarmu, tutup jendela, dan tanyakan perlahan-lahan..
Kalau para ilmuwan penting ini bisa hidup tanpa email, Apa hal buruk yang akan terjadi jika saya hanya menghapus sebuah account facebook?
Coba pikirkan sejenak. Betapa banyak kesempatan-kesempatan yang Professor Alan, Knuth, dan lewati dengan menonaktifkan email mereka. Tawaran dari perusahaan-perusahaan, bisa berhubungan intens dengan murid-murid mereka, dan sebagainya. Bayangkan banyak peluang bagus terlewati karena mereka tidak menggunakan email.
Tapi yang menjadi argumen adalah: mereka lebih sibuk dari saya dan kamu, tapi mereka tidak merasa ada masalah karena tidak menggunakan email. Mereka tetap bisa menikmati hidup dengan menyenangkan, dan mengisinya dengan aktivitas-aktivitas produktif.
- Tidak bisa berhubungan dengan teman-teman lain : hey, kan masih ada handphone dan email. Kita bisa berkomunikasi dengan menggunakan itu. dan lagi, orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan saya di facebook justru orang-orang yang hampir saya temui setiap hari disekolah. Jadi, tidak ada hubungan yang putus kan?
- Tidak mendapat informasi bila ada suatu acara atau undangan : kalau memang acara itu penting, teman-teman saya pasti memberitahu saya melalui Handphone atau email. Apalagi, hampir undangan acara yang saya terima di facebook juga saya terima melalui Handphone, atau lebih dikenal dengan sebutan jaringan komunikasi (jarkom).
- Tidak bisa berbagi tulisan dan opini : saya punya blog. Saya rasa, blog adalah tempat dengan fasilitas paling lengkap untuk bisa berbagi tulisan dengan orang lain.
- Mengurangi peluang Personal Branding : ada benarnya, tapi banyak kok orang-orang yang mempunyai blog populer dan punya personal branding yang bagus tidak punya account facebook. Kalaupun mereka punya, biasanya itu hanyalah facebook pagenya saja, yang biasanya juga dibuat oleh penggemar mereka. Contohnya Seth Godin dan Pranav Mistry. Kenapa? Alasannya sederhana, karena mereka lebih fokus untuk lebih produktif bukan lebih sibuk mempublikasikan identitas dengan lebih gencar. Karena nyatanya, semakin berguna karya yang kita buat, orang akan dengan sedirinya membicarakan kita.
Ini membuat saya berpikir bahwa dengan menghapus account facebook bukan hanya menghemat pesan yang saya terima, tapi menjadi salah satu investasi saya. Dan mungkin juga ini berlaku untuk kamu.
Conclusion
Saya nggak berusaha untuk membuat kamu menghapus account facebookmu, itu hakmu dan saya juga mengerti bila kamu menolak untuk menghapusnya. Bagi saya menghapus facebook akan menguntungkan, tapi mungkin bagi kamu menutup akses facebook adalah merugikan.
Saya hanya mengajak teman-teman untuk berpikir, terutama bagi yang merasa waktunya banyak termakan didepan monitor dengan produktifitas yang rendah. Jangan sampai teknologi membuat kita jadi terpedaya, dengan dalih menjalin silaturahmi yang pada kenyataanya terlalu berlebihan.
Email bagi saya sangat menguntungkan, dan kalian juga pasti berpendapat seperti itu. Kelebihan dan manfaatnya jauh lebih banyak daripada kekurangannya. Itu bagi saya dan kamu. Tapi tidak bagi professor knuth.
Kesimpulan saya sangat sederhana,
Yes, Technology is Great! Tapi itu kalau kita bisa memilah dan menimbang dengan bijak keuntungan yang kita terima jauh lebih banyak daripada kerugian yang akan kita alami



0 komentar:
Posting Komentar